Minggu, 02 Juni 2013

MEMAHAMI NAFSU



Kata  “nafsu” berasal dari bahasa Arab, an-nafs. Kata an-nafs bisa berarti diri (zat), jiwa, dan juga roh. Nafsu bisa berpotensi baik dan bisa pula berpotensi buruk. Ia kan menjadi baik bila digunakan untuk kebaikan dan ketakwaan. Dan sebaliknya,  akan menjadi buruk bila ia dipakai untuk melakukan perbuatan tercela, kemungkaran, dan kemaksiatan.


  •    Macam-macam Nafsu.
1.      Nafsu Amarah.
Nafsu Amarah ini akan membawa pemiliknya pada kejelekan karena dia akan senantiasa menyetir dan memerintahkan pemiliknya pada kejelekan.
2.      Nafsu Lawwamah.
Nafsu ini juga berpotensi buruk, karena ia merupakan nafsu yang membawa pemiliknya untuk mengejar keduniaan tanpa mengenal lelah dan puas. Pangkat, harta, jabatan, dan kedudukan merupakan sasaran dan tujuan yang ingin selalu digapai oleh orang yang memiliki nafsu blawwamah ini.
                   3.     Nafsu Muthma’innah.
Nafsu Muthma’innah ini merupakan nafsu yang tenang yang mengajak pada kebaikan dan ketaatan kepada-Nya. Sehingga, Nafsu Muthma’innah inilah  yang nantinyaakan kembali pada-Nya dalam keadaan rida kepada Allah dan juga diridai-Nya.

        Memiliki nafsu, pada dasarnya bukanlah suatu aib atau dosa. Nafsu pun merupakan suatu anugrah yang diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Nafsu jugalah yang dapat membuat kamu mau bekerja keras, berusaha, dan berkompetensi untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Prestasi dan prestise yang selalu ingin kamu gapai adalah dorongan dari nafsu itu. Nafsu jugalah yang menggerakkan orang untuk mau bekerja, mengumpulkan rupiah demi rupiah, membelanjakan, dan juga menyimpannya. Dengan dorongan nafsu yang seperti inilah dunia ini akan menjadi berkembang dengan lebih baik.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar